Dai Kondang dan Mobil Mewahnya
Seorang da'i kondang memarkir sebuah mobil mewahnya di masjid.
Seorang
lelaki mendekatinya. "Bagus bener mobilnya ustad? Gak takut hilang?"
tanya lelaki itu sambil mengamati mobil mewah sang da'i.
"Tidak!
Mobil ini sudah kukunci dan di pasang alaram, selanjutnya tawakal
kepada Allah pada penjagaan Nya!" kata da'i itu mantap.
Lelaki itu bertanya lagi, "Yakin ustad?".
Da'i itu mengangguk, "Ya!".
Lelaki
itu makin tersenyum sambil terus mengamati. Da'i itu begitu bangga
dengan mobil mewahnya. Lalu da'i itu mengajak si lelaki untuk sholat.
"Mari sholat dengan saya? Saya jadi imam sholat di masjid ini.
" Si lelaki menggeleng, "Saya tidak mau jadi makmum anda. Anda tidak menyembah Allah."
Da'i itu agak marah. "Kamu gila!" Da'i itu ngeloyor pergi.
Sepanjang
sholat da'i itu teringat mobil mewahnya bahkan ia khawati lelaki yg
selalu mengamati mobil mewahnya akan merusaknya sebab hal itu yg paling
mungkin. Kalau lelaki itu mencurinya pasti alaram mobilnya berbunyi.
Di percepatnya sholat dan doa di akhir sholat.
Ia bergegas
ke parkiran. Sang da'i bernapas lega. Mobil mewahnya masih dalam
keadaan baik di tempatnya. Tetapi ia melihat si lelaki menyembah mobil
mewahnya. Da'i itu mendekati si lelaki. "Apa yg kamu lakukan? Kamu
menyembah mobilku!" Si lelaki berdiri dan menjawab. "Bukankah mobil ini
yang anda ingat sepanjang sholat bukan Allah?" Lelaki itu terus pergi
meninggalkan sang da'i terpaku.

